Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Pande Besi Satya Karya : Menjaga Nada Warisan Leluhur di Desa Kaba - Kaba

IDA BAGUS PUTU YOGI SWARA,SE 07 Agustus 2026 Dibaca 3 Kali
Pande Besi Satya Karya : Menjaga Nada Warisan Leluhur di Desa Kaba - Kaba

Profil

Warisan Pande Besi Satya Karya tidak hanya diwujudkan melalui keris, tetapi juga melalui pembuatan gong sebagai bagian dari kekayaan seni dan budaya Bali. Keterampilan membuat gong mulai dipelajari sejak tahun 1992, sebelum kemudian mulai ditekuni dalam proses produksi pada sekitar tahun 2000-an. Keahlian tersebut menjadi salah satu bentuk keberlanjutan tradisi menempa logam yang diwariskan dari generasi ke generasi di Desa Kaba - Kaba.

Dalam proses pembuatannya, gong dibuat melalui tahapan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta pengalaman dalam memahami karakter logam dan suara. Salah satu prosesnya dimulai dari plat yang dikerjakan selama kurang lebih satu minggu hingga membentuk bagian gong. Selain itu, terdapat pula pembuatan gangso sebanyak dua buah yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian karena bentuk, ketebalan, dan hasil akhir logam akan memengaruhi kualitas suara yang dihasilkan.

Pembuatan gong bukan sekadar proses membentuk logam menjadi alat musik. Di dalamnya terdapat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui proses belajar panjang sejak tahun 1992. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal untuk menghasilkan karya yang dapat digunakan dalam kehidupan seni, adat, dan budaya masyarakat Bali.

Dari lembaran plat yang ditempa hingga menghasilkan suara yang menggema, gong karya Pande Besi Satya Karya menjadi bukti bahwa warisan leluhur dapat terus hidup melalui tangan generasi penerus. Jika keris menjadi wujud ketekunan dalam menjaga tradisi menempa besi, maka gong menghadirkan suara yang meneruskan denyut budaya Bali. Bara yang menyala di prapen dan bunyi yang lahir dari setiap karya menjadi saksi perjalanan Pande Besi Satya Karya dalam mempertahankan identitas budaya Desa Kaba - Kaba dari masa ke masa.

Warisan Pande Besi Satya Karya tidak hanya diwujudkan melalui keris, tetapi juga melalui pembuatan gong sebagai bagian dari kekayaan seni dan budaya Bali. Keterampilan membuat gong mulai dipelajari sejak tahun 1992, sebelum kemudian mulai ditekuni dalam proses produksi pada sekitar tahun 2000-an. Keahlian tersebut menjadi salah satu bentuk keberlanjutan tradisi menempa logam yang diwariskan dari generasi ke generasi di Desa Kaba - Kaba.

Dalam proses pembuatannya, gong dibuat melalui tahapan yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta pengalaman dalam memahami karakter logam dan suara. Salah satu prosesnya dimulai dari plat yang dikerjakan selama kurang lebih satu minggu hingga membentuk bagian gong. Selain itu, terdapat pula pembuatan gangso sebanyak dua buah yang membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Setiap tahapan dikerjakan dengan penuh ketelitian karena bentuk, ketebalan, dan hasil akhir logam akan memengaruhi kualitas suara yang dihasilkan.

Pembuatan gong bukan sekadar proses membentuk logam menjadi alat musik. Di dalamnya terdapat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui proses belajar panjang sejak tahun 1992. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal untuk menghasilkan karya yang dapat digunakan dalam kehidupan seni, adat, dan budaya masyarakat Bali.

Dari lembaran plat yang ditempa hingga menghasilkan suara yang menggema, gong karya Pande Besi Satya Karya menjadi bukti bahwa warisan leluhur dapat terus hidup melalui tangan generasi penerus. Jika keris menjadi wujud ketekunan dalam menjaga tradisi menempa besi, maka gong menghadirkan suara yang meneruskan denyut budaya Bali. Bara yang menyala di prapen dan bunyi yang lahir dari setiap karya menjadi saksi perjalanan Pande Besi Satya Karya dalam mempertahankan identitas budaya Desa Kaba - Kaba dari masa ke masa.

Profil

Informasi Keterangan
Nama UMKM Pande Besi Satya Karya
Bidang Usaha Kerajinan Gong
Pemilik Pande Made Subrata
Tahun Berdiri 1992
Lokasi Jl. Raya Kaba-Kaba, Kaba-Kaba, Kec. Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali 82121
Jumlah Tenaga Kerja 1 orang
Jam Operasional -
Produk Utama Gong

 

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

0% Realisasi

APBDes 2025 Pelaksanaan

Rp 112.217.158.443,00 Rp 0,00
Pendapatan 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 17.000.000,00
Belanja 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.200.158.443,00
0% Realisasi

APBDes 2025 Pendapatan

Rp 17.000.000,00 Rp 0,00
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 2.000.000,00
Dana Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 15.000.000,00
0% Realisasi

APBDes 2025 Pembelanjaan

Rp 112.200.158.443,00 Rp 0,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 0%
Realisasi: Rp 0,00 Anggaran: Rp 112.200.158.443,00